Bidara dalam Al-quran dan Sunnah


Update:  28-8-2017
Informasi mengenai " bidara " (bahsa Arab : Sidr  =  سِدْرٍ  ) ini termaktub dalam al-Qur’an dan Hadits nabi sbb :

1. Surat AS-SABA ayat 16, yang artinya sebagai berikut: ”Kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi (pohon-pohon) yang berbuah pahit, pohon Atsl dan sedikit dari pohon sidr.”(Q.S. As-Saba,16).   Update:  28-8-2017 Ayat ini mengisahkan tentang kehancuran Negeri Saba' (sekarang di Negara Yaman  wilayah Ma'rib). Silahkan perdalam tentang Kisah tentang Negeri Saba'.

2. Surat Al-Waqi’ah ayat 28, yang artinya sebagai berikut: “Berada di antara pohon bidara yang tidak berduri.” (Q.S. Al-Waqi’ah,28).  Update:  28-8-2017 Pohon bidara di dunia ini penuh dengan duri pad tiap ruas (ketiak daun)-nya, di Syuega nanti pohon bidara dihilangkan durinya dan diganti dengan buah yang besar dan nikmat. Lihat ceramah ust Kholid  tentang ciri pohon bidara.

3. Dalam hadits dari Qois
bin ‘Ashim radhiyallahu ‘anhu,

أَنَّهُ أَسْلَمَ فَأَمَرَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يَغْتَسِلَ بِمَاءٍ وَسِدْرٍ

“Beliau masuk Islam, lantas Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkannya untuk mandi dengan air dan daun sidr (daun bidara).” (HR. An Nasai no. 188, At Tirmidzi no. 605, Ahmad 5/61. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).

4. Perintah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada Ummu ‘Athiyah dan kepada para wanita yang melayat untuk memandikan anaknya,

اغْسِلْنَهَا ثَلاَثًا أَوْ خَمْسًا أَوْ أَكْثَرَ مَنْ ذَلِكَ إِنْ رَأَيْتُنَّ ذَلِكَ بِمَاءٍ وَسِدْرٍ

“Mandikanlah dengan mengguyurkan air yang dicampur dengan daun bidara tiga kali, lima kali atau lebih dari itu jika kalian anggap perlu dan jadikanlah yang terakhirnya dengan kafur barus (wewangian).” (HR. Bukhari no. 1253 dan Muslim no. 939).

5.  “Dari Aisyah radhiallahu 'anha bahwa “Asma' bertanya kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam tentang mandi wanita haidh. Maka beliau bersabda, "Salah seorang dari kalian hendaklah mengambil air dan daun bidara, lalu engkau bersuci, lalu membaguskan bersucinya...."(HR. Bukhari no. 314 dan Muslim no. 332)


Ibnu Katsir saat menafsirkan surah al-Baqarah, ayat 102 yang bercerita mengenai fitnah syetan kepada nabi Sulaiman menyebutkan bahwa untuk mengobati sihir, Insya Allah sebaiknya kita mengambil 7 helai daun bidara, kemudian ditumbuk halus, lalu dicampurkan tumbukan daun tersebut dengan air, dan dibacakan ayat kursi, surat al-Falaq dan ayat-ayat lain yang bisa mengusir syetan. Update:  28-8-2017 Selengkapnya bisa dilihat dalam artikel Cara Mengobati Sihir dengan Daun Bidara.

Refferensi :
- http://www.salamdakwah.com/baca-forum/manfaat-daun-bidara.html ; 5-9-2015; 13:45

1 komentar:

  1. Saat ini orang mulai menyadari akan pentingnya kembali ke alam / kembali ke yang alami. Salah satunya ialah tanaman alami herbal yang ada di sebutkan dalam al qur'an
    karena tidak semua tanaman herbal alami di sebutkan dalam Al Qur'an. Yang paling terkenal di sebutkan dalam Al qur'an adalah daun bidara. Apakah daun bidara itu ?
    Tidak semua kaum muslimin dan muslimat mengetahui apa itu daun bidara atau pohon bidara atau pohon surga. Daun tersebut
    banyak sekali kegunaannya, sesuai dengan sunnah Nabi Muhammad SAW, manfaat daun bidara dapat di lihat / dibaca di website:
    http://tanamanalamiherbal.blogspot.com

    Khusus Kota Pekanbaru tidak perlu ongkos kirim karena lokasi pembibitan dari mulai biji sampai besar / layak jual di Kota Pekanbaru

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.