Daun Bidara untuk Memandikan Jenazah


Sebagian sunnah yang jarang dijumpai saat ini adalah menggunakan daun bidara dalam untuk mamandikan jenazah, bisa karena susahnya mendapatkan daun bidara atau karena kemajuan jaman sehingga atau kurangnya penerapan sunnah di masyarakat kita saat ini.
  
Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma tentang orang yang jatuh dari ontanya dan meninggal, Nabi shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wa sallam bersabda :
اغْسِلُوْهُ بِمَاءٍ وَسِدْرٍ وَكَفِّنُوْهُ فِي ثَوْبَيْنِ.
“Mandikanlah dia dengan air yang dicampur daun bidara dan kafanilah dengan dua baju”. (HR. Bukhary :1719)
demikian pula adits Ummu ‘Athiyah tatkala anak Nabi shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wa sallam meninggal, beliau bersabda :
اغْسِلْنَهَا ثَلاَثًا أَوْ خَمْسًا أَوْ سَبْعًا أَوْ أَكْثَرَ إِنْ رَأَيْتُنَّ ذَلِكَ بِمَاءٍ وَسِدْرٍ
“Mandikanlah dengan air yang dicampur daun bidara tiga kali atau lima atau tujuh atau lebih jika kalian anggap perlu ...dst ”. (HR. Bukhary : 1175).

Jelas dalam dua hadits tersebut suri tauladan kita, Nabi Muhammad shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wa sallam memerintahkan penggunaan daun bidara untuk memandikan jenazah. Semoga kita menghidupkan sunnah-sunnahnya kembali.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.