Targhib Ramadhan 1438



Bismillah
RESUME KAJIAN RUTIN ROHIS DINKESKB
Selasa, 23 Mei 2017
Tema : Targhib Ramadhan
Disampaikan oleh : Ust Akhyar dari Lombok
Didengar, dirangkum dan ditulis oleh : marsatu

Bagian Pertama : Semagat / Bahagia menyambut datangnya Ramadhan
قُلْ بِفَضْلِ اللَّهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذَٰلِكَ فَلْيَفْرَحُوا هُوَ خَيْرٌ مِمَّا يَجْمَعُونَ
Katakanlah: "Dengan kurnia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Kurnia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan".
QS Yunus : 58 => Bahagia/senang dengan datangnya Ramadhan akan membuahkan :
-          Jiwa yang lapang
-          Kokoh dalam ketaan dan semangat ibadah
-          Keinginan yg kuat utk menuntut ilmu ttg Ramadhan
-          Iman yang makin kuat
Salah satu tanda keimanan adalah mengagungkan syiar-syiar Allah, termasuk Datangnya Ramadhan.
Mensyirakan Ramadhan dengan menggunakan setiap waktu yang berlalu di bulan Ramadhan dengan sesuatu yang bermanfaat. Untuk bisa sspt itu (bisa memanfaatkan waktu sebaikbaiknya) perlu pertolongan Allah yaitu dengan berdoa dan buat skedul dan target yang jelas. Sebgaimana sabda Nabi sahllahu alaihiwasallam :
احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ وَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ وَلاَ تَعْجِزْ
“Bersungguh-sungguhlah pada perkara-perkara yang bermanfaat bagimu, mintalah pertolongan kepada Allah dan janganlah kamu bersikap lemah.

Bagian Kedua : Persiapan 2 untuk Ramadhan
1.       Ilmu ; sangat penting Karena kita diharuskan berilmua sebelum berbicara dan beramal. Sebagaimana dikatan imam Bukhari rahimahullah Al-’Ilmu Qoblal Qouli Wal ‘Amali
2.       Perbanyak Doá supaya bisa bertemu Ramadhan. Karena tidak ada yang bisa menjamin apaka umur kita sampai walaupun kuran sehari hatta sedetik pun ! Al Muálla bin Fadhl rahimahullah berkata “Para shahabat kemudan para ulama’ meminta kepada Allah selama 6 bulan sebelumnya agar bisa bertemu Ramadhan. Dan berdoa terus selama 6 bulan berikutnya agar amalan-amalannya dibulan Ramadhan kemarin diterima”.
3.       Bersyukur jika sampai pada bulan Ramdhan, dengan sujud syukur atas karunia yang besar ini, yaitu bisa memasuki bulan yang mulia, bulan penuh berkah, kesempatan meraup pahala sebanyak banyaknya.
4.       Berbahagia dengan sebenarnya, dengan berita gembira dari hadits hadits Nabi shallahu alaihiwasallam tentang datangnya Ramadhan, bukan berbahagia kerana urusan dunia.
5.       Buat skedul dan target yang jelas; misalnya target sedekah/memberi buka berapa orang? Berapa hari?, tarawih di shaf depan, tilawah berapa lembar per hari? Mau khatam berapa kali? Dst
Bagian ketiga : Penutup
Al-ustadz – semoga Allah selalu menjaganya- mengingatkan akan tujuan dari puasa selama ramadahn adalah TAQWA. Taqwa itu tetap berbekas hingga pasca Ramadhan. Ramadhan adalah  kesempatan untuk berlatih membiasakan diri dengan amal ketaatan. Sehingga selepas Ramadahan kita terbiasa dengan amalan tersebut :
-Tarawih à biasa qiyamullail
-Puasa à biasa puasa sunnah 6 hari syawal, 3 hari purnama, senin-kamis, daud, 10 hr dzulhijjah, tgl asyura, dst.
-Zakat à sedekah
-Bulan Al-Quran à berinteraksi dg Alquran (tilawah, tadabbur, menghafal, mengamalkan isinya).

Jangan sampai seperti kata ulamak, “seburuk buruk orang adalah yang tidak mengenal Allah kecuali di bulan Ramadhan” maksudnya tidak shalatmalam, tidak puasa, tidak sedekah, tidak baca Alquran, tidak beribadah dibulan-bulan lain kecuali hanya dibulan Ramadhan.

------------------------------------------------------Semoga bermanfaat----------------------------------------alhamdulillah.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.