Pentingnya Pengobatan dengan Ruqiyah


Bismillah,
Alhamdulillah, Shalawat dan Salam ats Rasulillah.


Pengertian ruqyah secara terminologi adalah al-‘udzah (sebuah perlindungan) yang digunakan untuk melindungi orang yang terkena penyakit, seperti panas karena disengat binatang, kesurupan, dan yang lainnya. Sedangkan makna ruqyah secara etimologi syariat adalah doa dan bacaan-bacaan yang mengandung permintaan tolong dan perlindungan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala untuk mencegah atau mengobati bala dan penyakit. Terkadang doa atau bacaan itu disertai dengan sebuah tiupan dari mulut ke kedua telapak tangan atau anggota tubuh orang yang meruqyah atau yang diruqyah. Tentunya ruqyah yang paling utama adalah doa dan bacaan yang bersumber dari Al-Qur`an dan as-sunnah.

Al-Qur’an merupakan penyembuh yang sempurna di antara seluruh obat hati dan juga obat fisik, sekaligus sebagai obat bagi seluruh penyakit dunia dan akhirat. Tidak ada satu penyakit hati dan juga penyakit fisik pun melainkan di dalam Al-Qur’an terdapat jalan penyembuhannya, sebab kesembuhan, serta pencegahan terhadapnya bagi orang yang dikaruniai pemahaman oleh Allah terhadap Kitab-Nya. Dan Allah Azza wa Jalla (Yang Mahaperkasa lagi Mahaagung) telah menyebutkan di dalam Al-Qur’an beberapa penyakit hati dan fisik, juga disertai penyebutan penyembuhan hati dan juga fisik.

Ibnul Qayyim rahimahullah , murid Ibnu Taimiyah rahimahullahu mengemukakan di dalam Kitab Zadul Maádnya: “Barangsiapa yang tidak dapat disembuhkan oleh Al-Qur’an, berarti Allah tidak memberikan kesembuhan kepadanya. Dan barangsiapa yang tidak dicukupkan oleh Al-Qur’an, maka Allah tidak memberikan kecukupan kepadanya”

Beliau juga menyampaikan bahwa ada 3 kaidah pengobatan penyakit badan secara keseluruhan terdapat di dalam Al-Qur’an, yaitu :
1. Menjaga kesehatan
2. Melindungi diri dari hal-hal yang dapat menimbulkan penyakit
3. Mengeluarkan unsur-unsur yang merusak badan. [5]

Jika seorang hamba melakukan penyembuhan dengan Al-Qur’an secara baik dan benar, niscaya dia akan melihat pengaruh yang sangat menakjubkan dalam penyembuhan yang cepat.

Namun Realitanya tidak setiap orang mampu dan mempunyai kemampuan untuk melakukan penyembuhan dengan Al-Qur’an. Jika pengobatan dan penyembuhan itu dilakukan secara baik terhadap penyakit, dengan didasari kepercayaan dan keimanan, penerimaan yang penuh, keyakinan yang pasti, terpenuhi syarat-syaratnya, maka tidak ada satu penyakit pun yang mampu melawan Al-Qur’an untuk selamanya. Bagaimana mungkin penyakit-penyakit itu akan menentang dan melawan firman-firman Rabb bumi dan langit yang jika (firman-firman itu) turun ke gunung, maka ia akan memporak-porandakan gunung-gunung tersebut, atau jika turun ke bumi, niscaya ia akan membelahnya.

Ada 2 Faktor yang memepengaruhi keberhasilan pengobatan Ruqiyah :
1. Faktor yang berasal dari Pasiennya yang meliputi :
    a. kekuatan dirinya dan kesungguhan bergantung kepada Allah,
    b. keyakinannya yang pasti bahwa Al-Qur’an itu memang penyembuh sekaligus rahmat bagi orang-orang yang beriman
    c. ta’awwudz yang benar yang sesuai antara hati dan lisan,

2. Faktor yang berasal dari Peruqiyahnya, ada 2 hal :
    a. Kondisi senjatanya (doa / ta'awudz yang dipilih terutama dari alqurán dan sunnah yang shahih maupun meida yang digunakan, misalanya air, daun bidara dan lainya)
    b. Kondisi peruqiyahnya (kwalitas tauhidnya, ketaqwaan, tawakkal dan tawajjuhnya) serta kepiawainnya dalam meruqiyah. 

Ruqyah dibolehkan apabila terpenuhi tiga syarat, apabila tidak terpenuhi maka terlarang, yaitu:
1. Meyakini bahwa ruqyah tersebut dapat bermanfaat dengan izin Allah ta’ala semata.
2. Tidak mengandung penyelisihan terhadap syari’at, yaitu syirik, bid’ah dan maksiat;
• Contoh ruqyah yang mengandung syirik seperti memohon kepada selain Allah ta’ala, adanya penyembelihan untuk selain Allah, menggunakan jimat sebagai medianya, dan lain-lain.
• Contoh ruqyah yang mengandung bid’ah seperti menciptakan bacaan-bacaan tertentu yang tidak berasal dari Al-Qur’an dan As-Sunnah, meruqyah secara berjama’ah, dan lain-lain.
• Contoh ruqyah yang menganduk maksiat seperti adanya campur baur antara laki-laki dan wanita tanpa suatu alasan darurat, peruqyah menyentuh wanita yang diruqyah, berdua-duaan dengannya, dan lain-lain.
3. Menggunakan bahasa yang dipahami, yaitu ayat-ayat Al-Qur’an dan doa-doa yang berasal dari Al-Qur’an dan As-Sunnah, bukan mantra-mantra yang tidak dipahami maknanya.



Demikian pentingnya pengobatan dengan ruqiah maka kami buat menu tersendiri untuk Ruqiyah Syar'iyah bagi pembaca sekalian yang ingin mengetahui lebih jauh tentangnya. semoga usaha yang keci ini diridhai Allah dan bisa bermanfaat bagi kami, pelanggan dan pembaca serta pengunjung kebunbidara.com sekalian.


Refferensi:
- Terapi Ruqiyah Menurut Al-Qur'an dan Sunnah, syeikh Sai'd binAli bin Waqf Al-Qahthani
- https://almanhaj.or.id/2416-pentingnya-penyembuhan-dengan-al-quran-dan-as-sunnah.html
- http://sofyanruray.info/jangan-minta-ruqyah/
- https://id.wikipedia.org/wiki/Ruqyah

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.