Medcovazin Salep luka buatan PT. Pohon Bidara Medika



 

Dari luka decubitus bapakku di tahun 2014 kukenal salep Metcovazin dan kini luka kecelakaanku pun memkainya. Namun baru kini kutahu  Metcovazin buatan PT. Pohon Bidara Medika dengan No. Reg. Badan POM : NA18140103767. No. Paten: IDP000036388, atas nama Widasari Sri Gitarja, 23 Juli 2014. Salep Luka Produksi Indonesia.


Ada 3 macam sediaan salep luka Metcovazin.

I. Metcovazin Reguler (tersedia dengan ukuran 50 gram, 25 gram, 10 gram)
Merupakan salep kulit, topikal terapi, yang berbahan dasar: Zinc, Vaselin, Chitosan. Metcovazin Reguler efektif digunakan untuk membantu proses penyembuhan luka nekrotik dan semua jenis luka. Memberikan suasana lembab serta mendukung autolysis. Menghindari trauma saat buka balutan. Untuk luka dengan warna dasar luka: hitam, kuning, hijau, merah.

II. Metcovazin Gold (tersedia dengan ukuran 25 gram, 10 gram)
Merupakan salep kulit, topikal terapi yang berbahan dasar: Zinc, Vaselin, Cadexomer Iodine. Metcovazin Gold efektif digunakan untuk membantu proses penyembuhan luka nekrotik, infeksi, berbau (odor) dengan warna dasar luka; hitam-kuning-hijau (slough)

III. Metcovazin Red (tersedia dengan ukuran 25 gram, 10 gram)
Merupakan salep kulit, topikal terapi yang berbahan dasar: Zinc, Vaselin, Hyaluronic Acid. Metcovazin Red efektif digunakan untuk membantu proses penyembuhan luka granulasi, epitelisasi, dengan warna dasar luka; merah, pink.

Cara penggunaan:
Bersihkan luka dengan NaCl,
Oles luka dengan salep Metcovazin.
Tutup dengan kasa steril

Jika luka terlalu basah, metcovazin dapt dioleska pada kasa secara merata, tutup dengan dressing sekunder yang sesuai misal: kasa steril, foam adhesive, plester.

Kontra Indikasi: Pada kasus perawatan luka dengan terapi radiasi. Tidak diijinkan, karena salep ini mengandung Zinc, yang dapat mengganggu aktivitas pengobatan yang menggunakan terapi radiasi.

Catatan :
Hingga kini (saat posting artikel ini) masih sulit mendapatkan salep ini di kota kami, walau sudah keliling apotek yang ada. Semoga kedepannya tidak demikian.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Follow by Email-desc:Subscribe for Free to get all our newest content directly into your inbox.