Tip Mengoptimalkan Waktu


Pernahkah Anda merasa kewalahan dengan pekerjaan Anda ?
Merasa Tidak cukup waktu untuk menyelesaikan tugas rutin anda ?
Merasa tidak ada hasil hari ini ?

Jika iya, lanjutkan membaca Tip mengoptimalkan waktu dibawah ini :

1.       Nat dan tekat yag kuat.

Mengatur waktu adalah masalah perilaku, bukan menambah waktu . Maka diperlukan Niat yang ikhas dan Tekat yang kuat untk mengubah perilaku.

2.       ICari Pencuri Waktu
Pencuri waktu disini adalah aktifitas yang tidak penting namun cukup banyak menghabiskan waktu, seperti browsing internet, bermain game, nonton televisi (TV), telpon, ngobrol, ngegosip dan lainnya. Kita harus tahu aktifitas tidak penting yang paling menghabiskan waktu kita.  Kenali aktifitas apa yang banyak mencuri waktu Anda, apa pemicunya dan dampaknya bagi diri Anda.
Buat catatan atau tabelnya (insyallah di postingan berikut).

3.       Membuat target

Dalam modifikasi perilaku untuk mengubah perilaku harus jelas ukurannya. Oleh karena itu kita harus membuat target. Jika kita punya monster waktu bernama “facebookan” maka kita harus mengukurnya. Misalkan kita facebookan tiap hari menghabiskan waktu 4 jam. Kita harus membuat target untuk menguranginya menjadi 10 menit dalam sehari. Jadi ada time limitnya. Tidak boleh facebookan lagi kalau sudah melewati waktu 10 menit.

4.       Buat Perencanaan

Kita bisa membuat rencana dengan membuat jadwal ataupun memanfaatkan beberapa software untuk manajemen waktu. Selain jadwal, kita juga harus membuat daftar tugas. Biasakan membuat daftar tugas dengan deadline. Ingat, diperlukan kedisiplinan untuk memastikan daftar tugas berhasil kita coret satu per satu. Kemudian rasakan sensasi kepuasannya 

Sebagai kontrol atas implementasi program manajemen waktu, kita bisa minta bantuan orang terdekat seperti pasangan untuk membantu menanyakan dan mengecek target kita apakah sukses ataukah masih perlu perbaikan. (silahkan tunggu PDCAnya)

5.       Menentukan Prioritas

Tugas dan aktifitas perlu diidentifikasikan. Kita harus cermat memilih mana yang harus dikerjakan terlebih dahulu. Jika tidak, kita akan melakukan banyak pekerjaan yang tidak penting dan tidak mendesak. Ujung-ujungnya kita akan melakukan banyak hal secara terburu-buru dengan kualitas yang seadanya. Kalau sudah begini, pastinya kita akan stres karena didesak oleh tugas-tugas.

Nah, kita harus menentukan prioritas. Caranya adalah kita bagi daftar tugas menjadi empat bagian (kolom). Pertama: tugas dan aktifitas yang penting dan mendesak. Kedua: tugas dan aktifitas penting namun tidak mendesak. Ketiga: aktifitas mendesak namun tidak penting. Terakhir, hal-hal yang tidak penting dan tidak mendesak. Segera lakukan hal-hal yang ada di kolom pertama terlebih dahulu. Jika sudah selesai semua lakukan yang kedua dan seterusnya.

6.      Istiqamahlah

Keberhasilan anda dalam melakukan perubahan aktifitas  harus dijadikan kebiasaan dengan terus menerus melakukannya dan menguatkannya. itulah istiqamah

7.       Waspadai  2 penyakit waktu

Penyakit pertama adalah tanpa kontrol diri. Penyakit ini membuat kita membiarkan hidup kita mengalir begitu saja ditentukan oleh situasi maupun kemauan orang lain. Sejatinya kita punya kontrol terhadap hati, pikiran dan tindakan kita. Maka, kita harus berani mengambil keputusan. Ingat, jika kita tidak berani menentukan perilaku kita, maka kita akan ditentukan oleh orang lain. Hal ini akan membuat kita menunggu dan berada dalam ketidakpastian. Maka tentukan dan pastikan kalau langkah kita memang sesuai dengan kemauan kita.

Yang kedua adalah menunda-nunda. Menunda-nunda adalah sikap mental yang menyumbang pemborosan waktu. Malas, tidak disiplin dan menunda-nunda adalah penyakit lama bagi orang yang ingin memanfaatkan waktunya dengan sebaik-baiknya. Oleh karena itu jangan tunda lagi,




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Follow by Email-desc:Subscribe for Free to get all our newest content directly into your inbox.