Pencegahan terhadap penyakit 'ain

Setelah kita yakin dan tidak meragukan lagi eksistensi penyakit 'ain barulah kita carikan solusinya. bagi yang belum tahu atau masih ragu silahkan baca kembali ' Penyakit 'ain, apa dan gejalanya ' .

Pencegahan dari penyakit 'ain :

Pertama : Membentengi diri dengan berbagai dizkir, dan doa yang disyariatkan :
1. Selau berdoa dan mohon perlindungan kepada Allah Yang Maha Kuasa agar terhindar dari penyakit 'ain
2. Membaca dzikir/doa pagi dan petang, silahkan downlod falyer doa pagi dan petang di halaman kebun bidara berbagi.
3. Membaca doa perlindungan untuk anak-anak kita.
4. Membaca taáwud jika singgah di suatu tempat yang baru, terutasm dikala safar.

Kedua : Memuji Allah dan mendoakan keberkahan jika melihat sesuatu yang menakjubkan dan menganjurkan orang lain berbuat demikian.

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا رَأَى أَحَدُكُمْ مِنْ أَخِيهِ ، أَوْ مِنْ نَفْسِهِ ، أَوْ مِنْ مَالِهِ مَا يُعْجِبُهُ ، فَلْيُبَرِّكْهُ فَإِنَّ الْعَيْنَ حَقٌّ

“Apabila seorang dari kalian melihat sesuatu dari saudaranya, atau melihat diri saudaranya, atau melihat hartanya yang menakjubkan, maka hendaklah ia mendoakan keberkahan untuk saudaranya tersebut, karena sesungguhnya penyakit ‘ain benar-benar ada.” [HR. Ahmad dari Abdullah bin ‘Amir, Ash-Shahihah, no. 2572]

Ketiga : Menutupi kebaikan-kebaikan dari orang yang dikhawatirkan mempunyai mata jahat.  Tidak memamerkan kelebihan diri atau barang-barang kita.

Keempat : Menghindari Mengeliminasi orang orang yang terkenal bisa menimbulkan penyakit 'ain jika mengetahuinya.

Kelima : Mengeliminasi orang orang yang terkenal bisa menimbulkan penyakit 'ain. ini hanya bisa dilakukan oleh pemerintah atau orang yang punya kewenangan.

Sebgai mana disampaikan ustadz Shofyan Ruray menukil perkataan Ibnu Hajar rahmahullah "Ibnu Baththol rahimahullah telah menukil dari sebagian ulama bahwa sepatutnya bagi pemerintah untuk mencegah orang yang bisa menimpakan penyakit ‘ain agar tidak menemui orang-orang, apabila memang ia sudah dikenal dengan itu, dan hendaklah ia tetap tinggal di rumahnya, apabila ia fakir maka pemerintah hendaklah memberi santunan yang mencukupinya, karena bahayanya lebih besar dibanding penderita kusta yang diperintahkan oleh Khalifah Umar radhiyallahu’anhu untuk tidak bergaul dengan orang-orang sebagaimana telah dijelaskan pada babnya, dan juga ia lebih berbahaya dari orang yang makan bawang, yang telah dilarang oleh penetap syari’at untuk menghadiri sholat jama’ah (hanya karena bau busuknya). An-Nawawi rahimahullah berkata: Pendapat ini benar sekali, tidak ada ulama yang terang-terangan menyelisihinya.” [Fathul Baari, 10/206]

Pencegahan (preventif) memang lebih baik daripada pengobatan (curatif) dalam dunia kesehatan dan syariat islam pun demikian. Semoga kita semua terhindar dari penyakit 'ain.

Refferensi :
- Buku Terapi Ruqiyah menurut Al-Qura'an dan Sunnah, syeikh Saíd bin Ali bin Wahf Al-Qahthani.
- http://sofyanruray.info/penyakit-ain-sebab-pencegahan-dan-terapi/

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.